Thursday, 6 June 2013

LAPORAN HASIL OBSERVASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN


LAPORAN HASIL OBSERVASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
NAMA ANGGOTA: NURILAN NOVA (12-004) 
NAFIA SARI (12-018)
LINA SENTOSA (12-020)
HAGAR LARENCIA (12-066)
REBECCA EVELYN (12-090)
ANDINA FITRIANI (12-112)
                           KATA PENGANTAR
Puji syukur kami hadiahkan atas rahmat dan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa.  Yang mana dengan kemudahan dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas laporan observasi yang bertemakan “ E-learning “.
Adapun laporan observasi  ini  kami  susun  guna  memenuhi  persyaratan nilai tugas  dalam  mata  kuliah  Psikologi  Pendidikan  di  Fakultas  Psikologi  Universitas  Sumatera Utara.
Terima  kasih  juga kami  ucapkan  kepada  dosen  pengampu mata kuliah Psikologi Pendidikan karena  telah  memberikan  kami  tugas  sehingga  menambah  pengetahuan dan pengalaman kami  serta membentuk  kebersamaan dan sinergi  dalam kelompok  kami  ini.  Dan secara khusus kami  juga  mengucapkan  terima kasih  kepada  kedua orang tua kami yang senantiasa memberikan semangat dan dukungan serta do’a yang selalu mengiringi kami.
Kami selaku penyusun sadar akan ketidaksempurnaan dan kekurangan dalam laporan ini baik dalam hal sistem penyusunan maupun hasil observasinya. Oleh sebab itu kami sangat berharap atas kritik dan saran yang membangun guna mengembangkan pengetahuan kita bersama dan penunjang lebih baik lagi untuk laporan observasi selanjutnya.

                                                                                    Medan,  8 Juni 2013

                                                                                             Tim Penyusun,
                                                                                          Kelompok Lima (5) Genap





                                            BAB I
                                PENDAHULUAN
1.1.        Identitas Sekolah
Nama Sekolah             : SMA Negeri 13 Medan
Alamat Sekolah           : Jalan Brigjend Zein Hamid km 7 Titikuning
Uang Sekolah              : Rp.100.000,-/bulan
Konsep E-learning      : Power Point

1.2.        Uraian Aktivitas Observasi
Jadwal observasi         : Kamis, 23 Mei 2013-06-06
Waktu observasi          : 11.00 WIB – 12.15 WIB
Objek Observasi          : Seluruh siswa kelas X.7 SMA Negeri 13 Medan
Hari pelaksanaan         : Kamis
Waktu pelaksanaan     : 23 Mei 2013

1.3.        Latar Belakang
Di era modern ini, orang di seluruh penjuru dunia dituntut untuk memahami dan mengaplikasikan teknologi dalam kehidupannya, tidak terkecuali siswa. Atas dasar inilah pembelajaran E-learning mulai diterapkan dalam sekolah-sekolah di Indonesia. E-learning merupakan elektronik learning atau pembelajaran elektronik. Secara ringkas, E-learning berarti belajar dengan menggunakan media elektronik. Metode pembelajaran E-learning tergolong masih sangat muda di Indonesia. Dengan menggunakan metode E-learning ini, siswa di seluruh bagian Indonesia diharapkan dapat memahami dan mengaplikasikan teknologi agar tidak tertinggal oleh zaman yang semakin berkembang.





1.4.        Tujuan Observasi
1.      Untuk mengetahui proses E-learning di sekolah.
2.      Untuk mengetahui teori belajar, motivasi, orientasi belajar, dan manajemen kelas yang digunakan dalam proses E-learning.
3.      Untuk mengetahui sejauh mana E-learning berperan dalam pembelajaran.




























                                          BAB II
                             LANDASAN TEORI
E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan computer lain (Hartley, 2001).
Salah satu yang memudahkan proses E-learning adalah adanya koneksi internet. Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses oleh murid (Santrok, 2011).
Dalam proses pembelajaran ada beberapa aspek yang terlibak, diantaranya teori belajar ynag digunakan, motivasi siswa, orientasi belajar, serta manejemen kelas. Ada dua pendekatan dalam teori belajar yaitu, pendekatan behaviorisme dan pendekatan asosiatif. Pendekatan behaviorisme adalah pandangan bahwa perilku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diobservasi. Sedangkan pendekatan asosiatif adalah pembelajaran meliputi dua kejadian yang saling terkait.
Ada empat perspektif dalam menjelaskan motivasi, yaitu :
1.      Perspektif behavioral yang menekan bahwa kunci dari motivasi siswa adalah imbalan dan hukuman.
2.      Perspektif humanistik menekankan pada kapasitas siswa untuk mengembangkan kepribadian dan kebebasan untuk memilih nasib mereka.
3.      Perspektif kognitif menekankan bahwa pemikiran siswa akan memandu motivasi mereka.
4.      Perspektif sosial menekankan motivasi siswa dipengaruhi oleh motif afiliasi.
Orientasi belajar terbagi dua, yaitu Student Center Learning yaitu pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai pusat dari pembelajaran dan Teacher Center Learning yang menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran.
Manejemen kelas merupakan suatu usaha untuk mengelola kelas dengan baik sehingga memaksimalkan kesmpatan pembelajaran siswa.
                                          BAB III
                                  PEMBAHASAN
         
3.1.                    Laporan Observasi

3.1.1.       Teori Belajar
Teori belajar yang digunakan di SMA Negeri 13 Medan adalah teori belajar operant conditioning. Penerapan teori operant conditioning terletak saat pengumpulan tugas makalah sejarah dimana guru memberikan feedback terhadap makalah, baik berupa reinforcement positif maupun negatif. Ketika terdapat kesalahan pada makalah guru memberikan penjelasan dan ketika makalahnya bagus, guru memuji kelompok.

3.1.2.       Motivasi
Berdasarkan hasil pengamatan, motivasi siswa kelas X.7 di SMA Negeri 13 Medan yang paling dominan adalah motivasi berdasarkan persepektif humanistik yaitu menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian dan kebebasan untuk memilih sendiri nasib mereka.
Hal ini terlihat dari kondisi belajar. Siswa bebas memilih apakah mereka ingin mendengarkan penjelasan guru atau tidak. Dalam hal ini, guru juga tidak menuntut bahwa siswa harus mendengarkannya dengan seksama. Guru tidak memberikan hukuman bagi siswa yang tidak mendengarkan. Dari kondisi inilah, terlihat bahwa motivasi siswa adalah humanistik yang bebas menentukan nasibnya.
Motivasi yang juga terlihat namun tidak dominan adalah motivasi berdasarkan persepktif behavioral. Siswa memang bebas memilih apakah mereka ingin mendengarkan guru atau tidak, dan guru pun tidak menuntut siswa untuk mendengarkannya. Namun ketika ada pertanyaan dari guru, siswa yang berhasil menjawab akan mendapat nilai yang baik.

3.1.3.       Orientasi Belajar
Orientasi belajar yang digunakan adalah perpaduan antara Student-Centered Learning (SCL) dan Teacher-Centered Learning (TCL). Namun yang lebih dominan adalah TCL.
Orientasi SCL terlihat dengan adanya diskusi dalam membahas suatu topik tertentu.
Orientasi TCL terlihat ketika guru menerangkan di depan dengan gaya presentasi dan siswa memperhatikan guru. Selain itu guru juga memberikan tugas yang sudah diarahkan cara pengerjaannya. Hal ini terlihat pada hari observasi, dimana siswa mengumpulkan tugas makalah dari hari sebelumnya. Guru menilai makalah tersebut dan mengatakan bahwa siswa seharusnya melakukan hal ini dan itu dalam makalahnya. Hal ini menunjukkan adanya intruksi langsung oleh guru yang dicirikan oleh arahan dan kontrol guru dan ekspektasi guru atas kemajuan siswanya.

3.1.4.       Manajemen Kelas
a.       Lingkungan Fisik Kelas
Ruang-ruang kelas di SMA Negeri 13 Medan cukup luas sehingga ruangan tidak terlalu padat meskipun siswa banyak. Fasilitas seperti lemari kecil tempat penyimpanan buku juga terdapat di dalam kelas. Seperti sekolah negeri pada umumnya di Indonesia, setiap dua orang siswa berada di meja yang sama. Kelas menggunakan white board dan mempunyai sebuah proyektor yang tergantung di langit-langit atap kelas.
Hal yang disayangkan adalah kondisi kelas yang kurang pencahayaan dan pengap. Kelas yang terletak di antara dua bangunan kelas lainnya membuat kelas X.7 ini menjadi gelap. Sedangkan kondisi pengap disebabkan karena udara yang panas dan tidak adanya pendingin ruangan, seperti AC atau kipas angin dalam ruangan kelas.
Pada kondisi umum, gaya penataan kelas adalah gaya auditorium dimana semua siswa duduk menghadap guru. Gaya auditorium ini menmbatasi kontak antar siswa tatap muka dan guru bebas bergerak kemana saja. Ketika diskusi berlangsung gaya penataan kelas yang digunakan adalah gaya klaster dimana beberapa siswa duduk dalam kelompok kecil.
b.      Gaya Pengajaran
Gaya pengajaran yang digunakan oleh Guru Sejarah ketika observasi dilakukan adalah gabungan antara gaya permisif dan otoritatif.  Guru tidak memberikan banyak dukungan untuk pengelolaan perilaku namun guru melibatkan murid dalam kerja sama dan menjelaskan aturan untuk dipahami dalam pengerjaan tugas. Hal ini terlihat ketika pengumpulan makalah, beberapa siswa memang berperan aktif dalam bertanya namun siswa lainnya tidak peduli dan sesuka hati untuk keluar masuk kelas. Dalam hal ini, guru tidak menegur siswa yang keluar masuk kelas sehingga tidak ada dukungan untuk pengembangan perilaku siswa.

3.2.                    Evaluasi
E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan computer lain (Hartley, 2001).
Konsep E-learning yang digunakan oleh SMA Negeri 13 adalah power point. Motivasi siswa kelas X.7 merupakan motivasi humanistik baik bagi siswa yang benar-benar ingin belajar namun sulit bagi siswa yang harus didorong untuk belajar. Siswa yang harus didorong ini membutuhkan motivasi behavioral untuk memunculkan motivasi humanistik. Perpaduan antara motivasi humanistik dan behavioral yang diterapkan sekolah sudah cukup bagus, namun tidak dapat disamaratakan bagi seluruh siswa karena adanya perbedaan karakteristik di atas. Sebagai siswa Sekolah Menengah Atas yang berada pada masa remaja yang sedang mencari jati diri diperlukan bimbingan oleh guru untuk memunculkan motivasi instrinsik siswa.
Orientasi belajar yang digunakan bagus karena menggabungkan SCL dan TCL. SCL akan membantu siswa aktif dalam proses belajar mengajar dan TCL akan membantu siswa dalam menentukan perilaku yang sesuai karena dalam proses TCL guru merupakan pengarah. Jadi dengan adanya penggabungan SCL dan TCL ini diharapkan siswa dapat menjadi orang yang aktif terarah.
Pengaturan manejemen kelas sudah cukup baik namun belum maksimal. Untuk uang sekolah yang terbilang cukup besar, sekolah seharusnya dapat memberikan fasilitas yang lebih baik demi kenyamanan siswa sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
Dari semua uraian evaluasi di atas, SMA Negeri 13 Medan sudah cukup baik dalam menggunakan metode E-learning namun semua aspek yang diamati di atas masih harus dimaksimalkan.


                                             BAB IV
                                           PENUTUP
4.1.   Rangkuman Kelompok
E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan computer lain (Hartley, 2001).
Proses E-learning di SMA Negeri 13 adalah pembelajaran dengan menggunakan power point. Dalam setiap proses pembelajaran ada banyak aspek yang dapat dilihat, aspek ini juga dapat diamati saat proses E-learning berlangsung. Aspek-aspek tersebut antara lain adalah motivasi, teori belajar, orientasi belajar, dan manejemen kelas.
Motivasi yang dimiliki oleh siswa kelas X.7 SMA Negeri 13 Medan adalah motivasi humanistik yang digabungkan dengan sedikit motivasi behavioral. Motivasi ini dipadukan dengan teori belajar behavioral yaitu operant conditioning. Konsep manajemen kelas yang digunakan adalah gaya ruangan klaster dan auditorium. Gaya ruangan ini sesuai dengan orientasi belajar yang digunakan, yaitu perpaduan antara SCL dan TCL.

4.2 Rangkuman Pribadi
            Sistem pembelajaran e-learning yaitu system pembelajaran yang menggunakan  media elektronik atau pun internet (ppt,blog,computer,dll) yang memungkinkan murid menerima pelajaran dengan baik.
Proses e-learning di SMA Negeri 13 ada pembelajaran dengan menggunakan power point.Aspek-aspek yang mendukung berlangsungnya system pembelajaran e-learning itu sendiri aantara lain adalah motivasi, teori belajar, orientasi belajar, dan manejemen kelas.
Motivasi yang dimiliki oleh siswa kelas X.7 SMA Negeri 13 Medan adalah motivasi humanistik yang digabungkan dengan sedikit motivasi behavioral. Motivasi ini dipadukan dengan teori belajar behavioral yaitu operant conditioning. Konsep manajemen kelas yang digunakan adalah gaya ruangan klaster dan auditorium. Gaya ruangan ini sesuai dengan orientasi belajar yang digunakan, yaitu perpaduan antara SCL dan TCL.

4.3Testimoni
            Jujur saja kelompok kami kurang persiapan. Pada awalnya kami berencana untuk mengobservasi sekolah SMA.Santo Thomas 2. Namun pada saat meminta izin untuk observasi kepala sekolah tidak memperbolehkan mengobservasi jika dalam kelopok. Sehingga pada hari itu juga kami langsung mencari sekolah lain dan memilih sekolah SMA Negeri 13 untuk observasi kami.
Pada tanggal 17 Mei 2013 kelompok kami minta izin ke sekolah untuk mengadakan observasi. Beruntung prosesnya tidak terlalu rumit dan kami juga tidak harus member surat izin observasi dari kampus. Karena sekolahnya mengizinkan dan salah satu anggota dari kelompok ganjil merupakan alumni dari sekolah tersebut.
            Sebelum observasi kami berdiskusi tentang aspek-aspek apa saja yang akan dinilai. Dan sebagai hadiah kami setiap anggota kelopok memberikan bunga. Pada tanggal 23 Mei 2013 kami megadakan observasi ke sekolah. Pertama kami menjumpai kepala sekolah terlebih dahulu, kemudian kepala sekolah sendiri yang ,menentukan kleas mana yang dapat kami observasi. Satu kelas terdiri dari 3 orang untuk observasi.
            Kelas yang saya dan teman saya pobservasi pada saat itu X-7. Pada saat itu sedang berlangsung pelajaran Sejarah. Pada awalnya ada miss komunikasi antara guru dan murid tentang pemahaman tugas. Kemudian guru menjelaskan ulang kepada murid dengan menggunakan infokus. Murid banyak yang bertanya lebih mendetail kepada guru tentang spesifikasi tugas. Namun menurut saya suasana belajarnya sedikit kurang kondusif.

Daftar Pustaka
Hartley, Darin E. 2001. Selling e-Learning, American Society for Training and Development, New York. [online], (http://www.m-edukasi.web.id/2012/11/pengertian-e-learning.html, diakses tanggal 6 Juni 2013)
Santrock, John W. 2011. Psikologi Pendidikan edisi kedua. Jakarta : Kencana



           
           




Tuesday, 14 May 2013

KEMBAR SIAM



KEMBAR SIAM
Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna.Yang bisa bertahan hidup untuk kasus kembar siam sendiri berkisar antara 5% dan 25%,dan kebanyakan (75%) berjenis kelamis perempuan. Selain factor genetic,obat penyubur yang di konsumsi dengan tujuan agar sel terlur matang secara sempurna juga diduga ikut memicu terjadinya bayi kembar.
 Alasannya jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi obat penyubur maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa banyak,bahkan sampai lima dan enam. Selain itu juga penyebab lahirnya bayi kembar siam adalah karena adanya proses pembelahan sel yang tidak sempurna. Saat dilahirkan kebanyakan kembar siam sudah dalam keadaan meninggal,yang lahir hidup hanya sekitar 40%.Bayi kembar siam dapat dipisahkan melalui operasi,tapi ada beberapa kasus yang tidak dapat dipisahkan.
Sering sekali disertai dengan  kelainan bawaan dalam tubuhnya ( incomplete conjoined twins).Apakah itu organ pada bagian ekstodern yakni,kulit,hidung dan telinga,atau mesoderm yang mencakup otot,tulang dan saraf atau bisa juga indodern yakni,bagian organ dalam seperti hati,jantung,paru dan otak.

Beberapa jenis kembar siam : a. THORACOPAGUS :adalah  kedua tubuh bersatu di bagian dada (thorax). Jantung selalu terlibat dalam kasus ini. Ketika jantung hanya satu,harapan hidup baik dengan atau tanpa operasi adalah rendah.
b.Omphalopagus : kedua tubuh bersatu di bagian bawah dada. Umumnya masing-masing tubuh memiliki jantung masing-masing tapi biasanya kembar siam  jenis ini hanya memiliki satu hati,system pencernaan,diafragma dan organ-organ lain.
c.Xiphopagous: kedua tubuh bersatu di bagian xiphoidcartilage.
d.Pygopagus(ilopagus) :bersatu di bagian belakang.
e.Cephalopagus : bersatu dibagian kepala dengan tubuh yang terpisah .Kembar siam jenis ini biasanya tidak bisa bertahan hidup karena kelainan serius di otak. Dikenal juga dengan istilah janiceps (untuk dewa janus yang bermuka dua)atau syncephalus.
f. Cephalothoracopagus : tubuh bersatu di kepala dan thorax. Jenis kembar siam ini umumnya tidak bisa bertahan hidup (juga di kenal dengan epholothoracopagus atau craniothoracopagus)
g.Craniopagus : tulang tengkorak bersatu dengan tubuh yang terpisah.
h.Craniopagus parasiticus : bagian kepala yang kedua yang tidak memiliki tubuh.
i.Dicephalus : dua kepala,satu tubuh dengan diua kaki dan dua atau tiga atau empat lengan (dibrachius ,tribrachius,tetrabrachius)
j. Ischiopagus : kembar siam anterior yang bersatu dibagian bawah tubuh.
l. Ischio-omphalopagus : kembar siam yang bersatu dengan tulang belakang membentuk huruf Y.             Mereka memiliki empat lengan dan biasanya dua atau tiga kaki. Jenis ini biasanya memiliki satu system reproduksi  dan system pembuangan.
m. Parapagus : Kembar siam yang bersatu pada bagian tubuh dengan jantung yang seringkali dibagi.
n. Diprosopus  : satu kepala dengan dua wajah pada arah berlawanan.

Thursday, 25 April 2013

Michael Buble-it's beautiful day lyric

I don’t know why
You think that you could hold me
When you couldn’t get by by yourself
And I don’t know who
Would ever want to tear the seam of someone’s dream
Baby, it’s fine, you said that we should just be friends
While I came up with that line and I’m sure
That it’s for the best
If you ever change your mind, don’t hold your breath

‘Cause you may not believe
That baby, I’m relieved
When you said goodbye, my whole world shines

Hey hey hey
It’s a beautiful day and I can’t stop myself from smiling
If we're drinking, then I’m buying
And I know there’s no denying
It’s a beautiful day, the sun is up, the music’s playing
And even if it started raining
You won’t hear this boy complaining
‘Cause I’m glad that you’re the one that got away
It’s a beautiful day

It’s my turn to fly, so girls, get in line
‘Cause I’m easy, no playing this guy like a fool
Now I’m alright
Might’ve had me caged before, but not tonight

‘Cause you may not believe
That baby, I’m relieved
This fire inside, it burns too bright
I don’t want to say “so long”, I just want to say “goodbye”

It’s a beautiful day and I can’t stop myself from smiling
If we're drinking, then I’m buying
And I know there’s no denying
It’s a beautiful day, the sun is up, the music’s playing
And even if it started raining
You won’t hear this boy complaining
‘Cause I’m glad that you’re the one who got away

‘Cause if you ever think I’ll take up
My time with thinking of our break-up
Then, you’ve got another thing coming your way
‘Cause it’s a beautiful day
Beautiful day
Oh, baby, any day that you’re gone away
It’s a beautiful day

PAUD



PAUD
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar  yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional(sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Landasan Yuridis
  1. Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.
  2. Dalam UU NO. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasarnya sesuai dengan minat dan bakatnya”.
  3. Dalam UU NO. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, (2) Pendidkan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal, non formal, dan/atau informal, (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat, (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat, (5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.”

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.
Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini
  • Infant (0-1 tahun)
  • Toddler (2-3 tahun)
  • Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
  • Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun).
Fungsi PAUD
Fungsi pendidikan anak usia dini secara umum adalah :
1)   Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak
2)   Mengenalkan anak pada dunia sekitar
3)   Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik
4)   Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi
5)   Mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki anak
6)   Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

Sudah ada beberapa satuan pendidikan penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), diantaranya adalah :

* Taman Kanak-kanak (TK)
* Raudatul Athfal (RA)
* Bustanul Athfal (BA)
* Kelompok Bermain (KB)
* Taman Penitipan Anak (TPA)
* Satuan PAUD Sejenis (SPS)
* Sekolah Dasar Kelas Awal (kelas 1,2,3)
* Bina Keluarga Balita
* Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
* Keluarga
* Lingkungan

Pada saat masa saya dahulu, pendidikan anak pra sekolahnya berbeda dengan sekarang. Pada saat dulu proses belajar mengajarnya lebih kepada belajar sambil bermain yang tidak menggunakan teknologi dan fasilitas seadanya. Dan lebih mengarahkan fisik dan motorik. Misalnya, mewarnai, menyusun balok, puzzle, dsb.
Pada saat masa sekarang, pendidikan anak pra sekolah lebih menekankan kepada kurikulum seperti berbahasa inggris, kemampuan matematika, dan membebankan pekerjaan rumah. Dan cara belajarnya pun telah menggunakan kecanggihan teknologi. Menurut saya harusnya hal ini mejadi bahan pertimbangan. Karena akan lebih baik jika anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan dan usianya.